SEJARAH KOTA MALANG

Sejarah Kota Malang

Malang, Kota kebanggaan kita semua, merupakan kota terbesar kedua di provinsi Jawa Timur, Ngalamers. Terletak di dataran tinggi yang cukup sejuk, Kota Malang ternyata baru bisa berkembang setelah pemerintahan kolonial Belanda hadir di Kota Dingin ini. Kala itu, fasilitas umum sengaja direncanakan sedemikian rupa untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga Belanda yang ada di tengah kota Malang. Sedangkan, masyarakat pribumi ditempatkan di daerah pinggiran yang minim fasilitas. Kesan itu, kini dapat Ngalamers rasakan saat berada di kawasan jalan Ijen yang notabene merupakan kawasan elit Malang.

Dulu, sebelum masa kolonial, Malang merupakan sebuah daerah berbentuk Kerajaan yang dipimpin oleh Raja Gajayana dengan pusat pemerintahan di Dinoyo. Lalu pada tahun 1767, Kompeni memasuki kota ini dan pada 1821 kedudukan pemerintah Belanda di pusatkan di sekitar kali Brantas. Dua tahun setelah itu, Malang telah mempunyai Asisten Residen. Selanjutnya sekitar tahun 1882, Alun-Alun Kota Malang dibangun dan rumah-rumah di bagian barat kota pun didirikan. Sebelum Jepang menduduki kota ini pada 8 Maret 1942, Malang ternyata sudah ditetapkan sebagai Kotapraja pada 1 April 1914. Baru kemudian setelah kemerdekaan berhasil direbut oleh pemuda bangsa, Malang akhirnya masuk ke Wilayah Republik Indonesia pada tanggal 21 September 1945. Tak selang berapa lama, tepat pada 22 Juli 1947 Malang kembali diduduki Belanda hingga akhirnya direbut kembali. Akhirnya pada 1 Januari 2001 Malang telah resmi menjadi sebuah kota yang ada di wilayah pemerintahan Republik Indonesia.

Malang mulai berkembang pesat saat kereta api sudah beroperasi sekitar tahun 1879. Sejak saat itulah berbagai kebutuhan warga kota Malang semakin meningkat, Ngalamers. Seiring perkembangan itu, ruang gerak untuk melakukan berbagai kegiatan pun semakin luas dan perubahan tata guna tanah di kota dingin ini juga meningkat. Fakta ini bisa Ngalamers lihat dari contoh perubahan fungsi lahan pertanian yang kemudian berubah menjadi perumahan dan industri. Sejalan dengan perubahan itu, terjadilah arus urbanisasi yang semakin tinggi di kota ini. Setelah beberapa waktu berlalu, Malang telah berevolusi menjadi sebuah kota yang padat penduduk dan terus berkembang pesat hingga kini.

Bagaimana menurut Ngalamers? Keberadaan Malang ini tidak semata mata ada karena kebetulan bukan? Butuh waktu bertahun-tahun untuk akhirnya Ngalamers dapat melihat Malang yang hebat seperti saat ini. Jadi, adakah Ngalamers yang tertarik untuk belajar lebih dalam lagi mengenai sejarah Malang?

Satu pemikiran pada “SEJARAH KOTA MALANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s